surat al qiyamah latin
AlQur'an Surat Al-Qiyamah - Surat Al Qiyaamah terdiri atas 40 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al Qaari'ah. Doa Setelah Sholat Taubat Nasuha Lengkap Latin dan Artinya; Surat Yasin Ayat 23-25: Akhir Indah, Pemuda Mukmin; Doa Setelah Sholat Dhuha dan Keutamaannya yang Luar Biasa; Doa untuk Ibu yang
Tulisanatau Teks Latin Surat Al Muddastir. Surat yang ke-74 di dalam Al Qur'an dan terdiri dari 56 ayat. Baca juga surat Al Muddastir teks Arab, terjemah bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Al Muddastir - المدثر 1. yaa ayyuhaa almuddatstsiru 2. qum fa-andzir 3. warabbaka fakabbir 4. watsiyaabaka fathahhir 5. waalrrujza fauhjur 6. walaa tamnun tastaktsiru 7. []
Bacaandan Tafsir Surah Al Qiyamah Ayat 21 hingga 25, Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin dan Artinya. Minggu, 19 Juni 2022; Cari. Network. Tribunnews.com; TribunnewsWiki.com; TribunStyle.com; Kata Al-Qiyamah diambil dari perkataan Al-Qiyamah yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Arti dari Al Qiyamah ialah hari kiamat.
Baca25x surat Al Waqiah setelah sholat fardhu serta pagi dan malam. Jangan lupa perbanyak sedekah. Dengan mewiridkan Surat Al Waqiah ini sebagai bacaan yang rutin setiap hari dan juga malam. Maka Allah akan menjauhkan segala kefakiran untuk selama-lamanya. Sa'd Al Mufti berkata jika hadits ini adalah shahih.
AlQiyamah ayat 32) Tafsir Ringkas Kemenag Kementrian Agama RI. 31-33. Ayat ini menjelaskan beberapa sebab mengapa para pendurhaka diseret ke neraka. karena dia dahulu tidak mau membenarkan Al-Qur'an dan Rasul dan juga tidak mau melaksanakan salat, tetapi justru dia mendustakan Rasul dan berpaling dari kebenaran.
Site Rencontres Ile De La Reunion. لَآ اُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيٰمَةِۙ Lā uqsimu biyaumil-qiyāmahti. Aku bersumpah demi hari Kiamat. وَلَآ اُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ Wa lā uqsimu bin nafsil-lawwāmahti. Aku bersumpah demi jiwa yang sangat menyesali dirinya sendiri. اَيَحْسَبُ الْاِنْسَانُ اَلَّنْ نَّجْمَعَ عِظَامَهٗ ۗ Ayaḥsabul-insānu allan najmaa iẓāmahū. Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan kembali tulang-belulangnya? بَلٰى قٰدِرِيْنَ عَلٰٓى اَنْ نُّسَوِّيَ بَنَانَهٗ Balā qādirīna alā an nusawwiya banānahū. Tentu, bahkan Kami mampu menyusun kembali jari-jemarinya dengan sempurna. بَلْ يُرِيْدُ الْاِنْسَانُ لِيَفْجُرَ اَمَامَهٗۚ Bal yurīdul-insānu liyafjura amāmahū. Akan tetapi, manusia hendak berbuat maksiat terus-menerus. يَسْـَٔلُ اَيَّانَ يَوْمُ الْقِيٰمَةِۗ Yas’alu ayyāna yaumul-qiyāmahti. Dia bertanya, “Kapankah hari Kiamat itu?” فَاِذَا بَرِقَ الْبَصَرُۙ Fa iżā bariqal-baṣaru. Apabila mata terbelalak ketakutan, وَخَسَفَ الْقَمَرُۙ Wa khasafal-qamaru. bulan pun telah hilang cahayanya, وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُۙ Wa jumiasy-syamsu wal-qamaru. serta matahari dan bulan dikumpulkan, يَقُوْلُ الْاِنْسَانُ يَوْمَىِٕذٍ اَيْنَ الْمَفَرُّۚ Yaqūlul-insānu yauma’iżin ainal-mafarru. pada hari itu manusia berkata, “Ke mana tempat lari?” كَلَّا لَا وَزَرَۗ Kallā lā wazara. Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung. اِلٰى رَبِّكَ يَوْمَىِٕذِ ِۨالْمُسْتَقَرُّۗ Ilā rabbika yauma’iżinil-mustaqarru. Hanya kepada Tuhanmu tempat kembali pada hari itu. يُنَبَّؤُا الْاِنْسَانُ يَوْمَىِٕذٍۢ بِمَا قَدَّمَ وَاَخَّرَۗ Yunabba’ul-insānu yauma’iżim bimā qaddama wa akhkhara. Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dia kerjakan dan apa yang telah dia lalaikan. بَلِ الْاِنْسَانُ عَلٰى نَفْسِهٖ بَصِيْرَةٌۙ Balil-insānu alā nafsihī baṣīrahtun. Bahkan, manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri وَّلَوْ اَلْقٰى مَعَاذِيْرَهٗۗ Wa lau alqā maāżīrahū. walaupun dia mengemukakan alasan-alasan-nya. لَا تُحَرِّكْ بِهٖ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهٖۗ Lā tuḥarrik bihī lisānaka litajala bihī. Jangan engkau Nabi Muhammad gerakkan lidahmu untuk membaca Al-Qur’an karena hendak tergesa-gesa menguasai-nya. اِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهٗ وَقُرْاٰنَهٗ ۚ Inna alainā jamahū wa qur’ānahū. Sesungguhnya tugas Kamilah untuk mengumpulkan dalam hatimu dan membacakannya. فَاِذَا قَرَأْنٰهُ فَاتَّبِعْ قُرْاٰنَهٗ ۚ Fa iżā qara’nāhu fattabi qur’ānahū. Maka, apabila Kami telah selesai membacakannya, ikutilah bacaannya itu. ثُمَّ اِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهٗ ۗ Ṡumma inna alainā bayānahū. Kemudian, sesungguhnya tugas Kami pula-lah untuk menjelaskannya. كَلَّا بَلْ تُحِبُّوْنَ الْعَاجِلَةَۙ Kallā bal tuḥibbūnal-ājilahta. Sekali-kali tidak! Bahkan, kamu mencintai kehidupan dunia, وَتَذَرُوْنَ الْاٰخِرَةَۗ Wa tażarūnal-ākhirahta. dan mengabaikan kehidupan akhirat. وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ نَّاضِرَةٌۙ Wujūhuy yauma’iżin nāḍirahtun. Wajah-wajah orang mukmin pada hari itu berseri-seri اِلٰى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ ۚ Ilā rabbihā nāẓirahtun. karena memandang Tuhannya. وَوُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍۢ بَاسِرَةٌۙ Wa wujūhuy yauma’iżim bāsirahtun. Wajah-wajah orang kafir pada hari itu muram تَظُنُّ اَنْ يُّفْعَلَ بِهَا فَاقِرَةٌ ۗ Taẓunnu ay yufala bihā fāqirahtun. karena mereka yakin akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang sangat dahsyat. كَلَّآ اِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيَۙ Kallā iżā balagatit-tarāqiya. Sekali-kali tidak! Apabila nyawa telah sampai di kerongkongan, وَقِيْلَ مَنْ ۜرَاقٍۙ Wa qīla man…rāqin. dan dikatakan kepadanya, “Siapa yang dapat menyembuhkan?” وَّظَنَّ اَنَّهُ الْفِرَاقُۙ Wa ẓanna annahul-firāqu. Dia pun yakin bahwa itulah waktu perpisahan dengan dunia, وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِۙ Waltaffatis-sāqu bis-sāqi. dan bertautlah betis kiri dengan betis kanan. اِلٰى رَبِّكَ يَوْمَىِٕذِ ِۨالْمَسَاقُ ۗ ࣖ Ilā rabbika yauma’iżinil-masāqu. Kepada Tuhanmulah pada hari itu manusia digiring. فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلّٰىۙ Falā ṣaddaqa wa lā ṣallā. Dia tidak membenarkan Al-Qur’an dan Rasul dan tidak melaksanakan salat. وَلٰكِنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىۙ Wa lākin każżaba wa tawallā. Akan tetapi, dia mendustakan Al-Qur’an dan berpaling dari kebenaran. ثُمَّ ذَهَبَ اِلٰٓى اَهْلِهٖ يَتَمَطّٰىۗ Ṡumma żahaba ilā ahlihī yatamaṭṭā. Kemudian, dia pergi kepada keluarganya dengan menyombongkan diri. اَوْلٰى لَكَ فَاَوْلٰىۙ Aulā laka fa’aulā. Celakalah kamu! Maka, celakalah! ثُمَّ اَوْلٰى لَكَ فَاَوْلٰىۗ Ṡumma aulā laka fa’aulā. Kemudian, celakalah kamu! Maka, celakalah! اَيَحْسَبُ الْاِنْسَانُ اَنْ يُّتْرَكَ سُدًىۗ Ayaḥsabul-insānu ay yutraka sudān. Apakah manusia mengira akan dibiarkan begitu saja tanpa pertanggungjawaban? اَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِّنْ مَّنِيٍّ يُّمْنٰى Alam yaku nuṭfatam mim maniyyiy yumnā. Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan ke dalam rahim? ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوّٰىۙ Ṡumma kāna alaqatan fa khalaqa fa sawwā. Kemudian, mani itu menjadi sesuatu yang melekat, lalu Dia menciptakan dan menyempurnakannya. فَجَعَلَ مِنْهُ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْاُنْثٰىۗ Fa jaala minhuz-zaujainiż-żakara wal-unṡā. Lalu, Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan. اَلَيْسَ ذٰلِكَ بِقٰدِرٍ عَلٰٓى اَنْ يُّحْيِ َۧ الْمَوْتٰى ࣖ Alaisa żālika biqādirin alā ay yuḥyiyal-mautā. Bukankah Allah itu kuasa pula menghidupkan orang mati?
Kiamat بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ bismillāhir-raḥmānir-raḥīmDengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. لَآ اُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيٰمَةِۙlā uqsimu biyaumil-qiyāmahAku bersumpah dengan hari Kiamat, وَلَآ اُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِwa lā uqsimu bin-nafsil-lawwāmahdan aku bersumpah demi jiwa yang selalu menyesali dirinya sendiri. اَيَحْسَبُ الْاِنْسَانُ اَلَّنْ نَّجْمَعَ عِظَامَهٗ ۗa yaḥsabul-insānu allan najma’a iẓāmahApakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan kembali tulang-belulangnya? بَلٰى قَادِرِيْنَ عَلٰٓى اَنْ نُّسَوِّيَ بَنَانَهٗbalā qādirīna alā an nusawwiya banānahBahkan Kami mampu menyusun kembali jari-jemarinya dengan sempurna. بَلْ يُرِيْدُ الْاِنْسَانُ لِيَفْجُرَ اَمَامَهٗۚbal yurīdul-insānu liyafjura amāmahTetapi manusia hendak membuat maksiat terus-menerus. يَسْـَٔلُ اَيَّانَ يَوْمُ الْقِيٰمَةِۗyas`alu ayyāna yaumul-qiyāmahDia bertanya, “Kapankah hari Kiamat itu?” فَاِذَا بَرِقَ الْبَصَرُۙfa iżā bariqal-baṣarMaka apabila mata terbelalak ketakutan, وَخَسَفَ الْقَمَرُۙwa khasafal-qamardan bulan pun telah hilang cahayanya, وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُۙwa jumi’asy-syamsu wal-qamarlalu matahari dan bulan dikumpulkan, يَقُوْلُ الْاِنْسَانُ يَوْمَىِٕذٍ اَيْنَ الْمَفَرُّۚyaqụlul-insānu yauma`iżin ainal-mafarrpada hari itu manusia berkata, “Ke mana tempat lari?” كَلَّا لَا وَزَرَۗkallā lā wazarTidak! Tidak ada tempat berlindung! اِلٰى رَبِّكَ يَوْمَىِٕذِ ِۨالْمُسْتَقَرُّۗilā rabbika yauma`iżinil-mustaqarrHanya kepada Tuhanmu tempat kembali pada hari itu. يُنَبَّؤُا الْاِنْسَانُ يَوْمَىِٕذٍۢ بِمَا قَدَّمَ وَاَخَّرَۗyunabba`ul-insānu yauma`iżim bimā qaddama wa akhkharPada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya. بَلِ الْاِنْسَانُ عَلٰى نَفْسِهٖ بَصِيْرَةٌۙbalil-insānu alā nafsihī baṣīrahBahkan manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri, وَّلَوْ اَلْقٰى مَعَاذِيْرَهٗۗwalau alqā ma’āżīrahdan meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya. لَا تُحَرِّكْ بِهٖ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهٖۗlā tuḥarrik bihī lisānaka lita’jala bihJangan engkau Muhammad gerakkan lidahmu untuk membaca Al-Qur’an karena hendak cepat-cepat menguasainya. اِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهٗ وَقُرْاٰنَهٗ ۚinna alainā jam’ahụ wa qur`ānahSesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya di dadamu dan membacakannya. فَاِذَا قَرَأْنٰهُ فَاتَّبِعْ قُرْاٰنَهٗ ۚfa iżā qara`nāhu fattabi’ qur`ānahApabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu. ثُمَّ اِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهٗ ۗṡumma inna alainā bayānahKemudian sesungguhnya Kami yang akan menjelaskannya. كَلَّا بَلْ تُحِبُّوْنَ الْعَاجِلَةَۙkallā bal tuḥibbụnal-ājilahTidak! Bahkan kamu mencintai kehidupan dunia, وَتَذَرُوْنَ الْاٰخِرَةَۗwa tażarụnal-ākhirahdan mengabaikan kehidupan akhirat. وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ نَّاضِرَةٌۙwujụhuy yauma`iżin nāḍirahWajah-wajah orang mukmin pada hari itu berseri-seri, اِلٰى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ ۚilā rabbihā nāẓirahmemandang Tuhannya. وَوُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍۢ بَاسِرَةٌۙwa wujụhuy yauma`iżim bāsirahDan wajah-wajah orang kafir pada hari itu muram, تَظُنُّ اَنْ يُّفْعَلَ بِهَا فَاقِرَةٌ ۗtaẓunnu ay yuf’ala bihā fāqirahmereka yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang sangat dahsyat. كَلَّآ اِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيَۙkallā iżā balagatit-tarāqīTidak! Apabila nyawa telah sampai ke kerongkongan, وَقِيْلَ مَنْ ۜرَاقٍۙwa qīla man rāqdan dikatakan kepadanya, “Siapa yang dapat menyembuhkan?” وَّظَنَّ اَنَّهُ الْفِرَاقُۙwa ẓanna annahul-firāqDan dia yakin bahwa itulah waktu perpisahan dengan dunia, وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِۙwaltaffatis-sāqu bis-sāqdan bertaut betis kiri dengan betis kanan, اِلٰى رَبِّكَ يَوْمَىِٕذِ ِۨالْمَسَاقُ ۗilā rabbika yauma`iżinil-masāqkepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau. فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلّٰىۙfa lā ṣaddaqa wa lā ṣallāKarena dia dahulu tidak mau membenarkan Al-Qur’an dan Rasul dan tidak mau melaksanakan salat, وَلٰكِنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىۙwa lāking każżaba wa tawallātetapi justru dia mendustakan Rasul dan berpaling dari kebenaran, ثُمَّ ذَهَبَ اِلٰٓى اَهْلِهٖ يَتَمَطّٰىۗṡumma żahaba ilā ahlihī yatamaṭṭākemudian dia pergi kepada keluarganya dengan sombong. اَوْلٰى لَكَ فَاَوْلٰىۙaulā laka fa aulāCelakalah kamu! Maka celakalah! ثُمَّ اَوْلٰى لَكَ فَاَوْلٰىۗṡumma aulā laka fa aulāSekali lagi, celakalah kamu manusia! Maka celakalah! اَيَحْسَبُ الْاِنْسَانُ اَنْ يُّتْرَكَ سُدًىۗa yaḥsabul-insānu ay yutraka sudāApakah manusia mengira, dia akan dibiarkan begitu saja tanpa pertanggungjawaban? اَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِّنْ مَّنِيٍّ يُّمْنٰىa lam yaku nuṭfatam mim maniyyiy yumnāBukankah dia mulanya hanya setetes mani yang ditumpahkan ke dalam rahim, ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوّٰىۙṡumma kāna alaqatan fa khalaqa fa sawwākemudian mani itu menjadi sesuatu yang melekat, lalu Allah menciptakannya dan menyempurnakannya, فَجَعَلَ مِنْهُ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْاُنْثٰىۗfa ja’ala min-huz-zaujainiż-żakara wal-unṡālalu Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan. اَلَيْسَ ذٰلِكَ بِقٰدِرٍ عَلٰٓى اَنْ يُّحْيِ َۧ الْمَوْتٰىa laisa żālika biqādirin alā ay yuḥyiyal-mautāBukankah Allah yang berbuat demikian berkuasa pula menghidupkan orang mati? Surat Lainnya
403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID Aa-Rr7fhEH9rMQ_sg1DVtXfzorfX8SoXsel61oLv7Q0L-M88AZf6PA==
- Berikut bacaan surat Al-Qiyamah ayat 1-40, lengkap dengan tulisan arab, latin, dan terjemahan. Surat Al-Qiyamah merupakan surat ke-75 dalam al-Qur'an. Al-Qiyamah terdiri dari 40 ayat, dan termasuk golongan surah Makkiyah. Surat tersebut diturunkan sesudah surah Al-Qari'ah. Kata Al-Qiyamah diambil dari perkataan Al-Qiyamah yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Baca juga Surat Al-Insan Ayat 1-31 Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin, dan Terjemahan Surat Al-Qiyamah ayat 1-40, lengkap dengan tulisan arab, latin, dan terjemahan Baca juga Surah As-Saff Ayat 1-14 Mengenai Apa yang Diridhai Allah Sesudah Menerangkan Apa yang Dimurkai-Nya Berikut bacaan surat Al-Qiyamah ayat 1-40 dikutip dari Surat Al-Qiyamah ayat 1-40 لَآ اُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيٰمَةِۙ - ١ 1. lā uqsimu biyaumil-qiyāmah Artinya Aku bersumpah dengan hari Kiamat,وَلَآ اُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ - ٢ 2. wa lā uqsimu bin-nafsil-lawwāmah Artinya dan aku bersumpah demi jiwa yang selalu menyesali dirinya sendiri.اَيَحْسَبُ الْاِنْسَانُ اَلَّنْ نَّجْمَعَ عِظَامَهٗ ۗ - ٣
surat al qiyamah latin